Jakarta, wartapilar.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games 2026 di Aichi dan Nagoya, Jepang. Prosesi pelepasan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Pelepasan kontingen diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bendera Merah Putih dari Presiden Prabowo kepada perwakilan atlet Indonesia yang akan membawa nama bangsa di ajang olahraga terbesar se-Asia tersebut.

Di hadapan ratusan atlet, Prabowo memberikan pesan agar seluruh kontingen tidak sekadar bertanding, tetapi menunjukkan mental juara dan semangat pantang menyerah.

“Jadi saya ucapkan selamat, selamat berangkat, selamat mewakili negara dan bangsa, selamat berjuang. Buatlah yang terbaik untuk bangsamu saudara-saudara. Berikan yang terbaik saudara-saudara. Wakili bangsa kita,” kata Prabowo.

Kepala Negara juga meminta para atlet menunjukkan karakter bangsa Indonesia yang tangguh ketika menghadapi persaingan ketat di arena pertandingan.

“Tunjukkan bahwa anak-anak Indonesia itu tangguh, semangat, tidak mengenal menyerah,” tegasnya.

432 Atlet Lolos Kualifikasi

Prabowo menyebut sebanyak 432 atlet telah memenuhi kualifikasi dan persyaratan untuk mewakili Indonesia pada Asian Games 2026.

Menurut Prabowo, jumlah tersebut bukan sekadar angka. Para atlet terpilih mengemban kehormatan besar karena menjadi representasi dari ratusan juta masyarakat Indonesia.

“Dari ratusan juta rakyat Indonesia, hanya 432 orang yang atlet, yang dikirim, yang memenuhi syarat, yang lolos kualifikasi, yang mewakili 287 juta. 432. Ini kehormatan yang sangat besar,” ujarnya.

Karena itu, Prabowo meminta para atlet menyadari besarnya tanggung jawab yang mereka emban. Medali memang menjadi salah satu ukuran keberhasilan, tetapi perjuangan, disiplin, dan kemampuan memberikan performa terbaik juga menjadi bagian penting dalam membawa nama Indonesia.

Prabowo: Bangsa Kuat Dimulai dari Rakyat yang Kuat

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menekankan bahwa olahraga memiliki posisi strategis dalam membangun kekuatan bangsa.

Ia meyakini kekuatan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh aspek ekonomi dan politik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, termasuk kesehatan dan kekuatan fisik masyarakat.

“Kalau rakyatnya kuat berarti bangsanya kuat. Rakyatnya kuat fisik, kuat keterampilan, kuat semangat, bangsanya itu berarti semangat kuat, bangsa itu terampil, dan bangsa itu berhasil,” tutur Prabowo.

Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi para atlet untuk tampil maksimal dan menjadikan Asian Games 2026 sebagai momentum menunjukkan kemampuan olahraga Indonesia di tingkat Asia.

281 Atlet Hadir dalam Pelepasan

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menjelaskan, dari total 432 atlet yang memenuhi kualifikasi, sebanyak 281 atlet hadir dalam prosesi pelepasan oleh Presiden Prabowo di Istana Negara.

Sebagian atlet lainnya telah lebih dahulu bertolak ke Jepang karena harus menjalani pemusatan latihan atau training camp menjelang pertandingan.

“Ada bola basket sudah berangkat, terus ada wushu yang masih training camp di sana, bulu tangkis kalau nggak salah malam ini sudah mulai berangkat karena mau training camp juga,” kata Erick.

Menurut Erick, keberangkatan lebih awal sejumlah cabang olahraga merupakan bagian dari strategi persiapan agar atlet memiliki waktu beradaptasi dengan kondisi di Jepang sekaligus mematangkan persiapan sebelum bertanding.

Target Medali dan Bonus Masih Dirahasiakan

Erick juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Presiden Prabowo terhadap persiapan kontingen Indonesia.

Namun, ketika ditanya mengenai target perolehan medali dan bonus bagi atlet, Erick masih belum memberikan rincian.

Ia menegaskan bahwa pembinaan olahraga nasional kini diarahkan lebih terukur dengan membedakan program pelatnas berdasarkan target dan ajang yang dihadapi.

“Berkat dukungan Bapak Presiden sekarang yang namanya pelatnas itu kita sudah punya spesifikasi. Ada yang Olimpiade, Asian Games, SEA Games, tidak ada lagi yang pelatnas sebagai payung saja. Sekarang kita sudah ada indeks masing-masing cabor,” jelas Erick.

Dengan sistem tersebut, pemerintah berharap pembinaan atlet tidak lagi bersifat seragam, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan, potensi, serta target masing-masing cabang olahraga.

Asian Games 2026 di Aichi dan Nagoya akan menjadi panggung penting bagi Indonesia untuk mengukur kekuatan olahraga nasional di level Asia. Di balik target medali yang masih belum diumumkan secara terbuka, sebanyak 432 atlet kini memikul satu misi utama: berjuang maksimal dan mengharumkan nama Indonesia. (Red)