New York, wartapilar.com — Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono terus mengintensifkan diplomasi Indonesia di tengah rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) di New York, Amerika Serikat.

Di sela agenda tersebut, Sugiono melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan para menteri luar negeri dari berbagai negara, di antaranya Menteri Luar Negeri Jerman, Inggris, dan Belanda.

Selain pertemuan bilateral, Menlu Sugiono juga melakukan sejumlah pertemuan pull-aside dengan beberapa menteri luar negeri negara lain. Ia turut bertemu kandidat Sekretaris Jenderal PBB dari Kosta Rika, Rebeca Grynspan.

Sugiono juga menghadiri pertemuan trilateral bersama Belanda dan Wakil Sekretaris Jenderal PBB (UN Under-Secretary-General) Jean-Pierre Lacroix.

Menurut Sugiono, berbagai pertemuan tersebut membahas beragam agenda, mulai dari penguatan hubungan bilateral hingga isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama.

“Pembahasannya tentu saja bervariasi, mulai dari penguatan hubungan bilateral hingga berbagai isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama,” ujar Sugiono dalam keterangannya melalui video yang diperoleh dari Kementerian Luar Negeri, Kamis (24/9/2026).

Ia menegaskan, Indonesia tidak hanya mendorong penguatan hubungan diplomatik, tetapi juga berupaya memastikan berbagai peluang kerja sama yang dibahas dapat menghasilkan manfaat konkret.

“Pertemuan-pertemuan dan potensi-potensi yang kita bahas tentunya akan terus kita dorong agar dapat memberikan manfaat konkret bagi pembangunan dan masyarakat Indonesia,” kata Sugiono.

Galang Dukungan untuk DK PBB

Di tengah padatnya agenda diplomasi tersebut, Sugiono juga memanfaatkan forum SMU PBB untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030.

“Saya juga menggunakan berbagai pertemuan tersebut untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030,” ujarnya.

Upaya tersebut menjadi salah satu bagian dari diplomasi Indonesia di forum multilateral. Berbagai pertemuan dengan negara sahabat menjadi ruang bagi Indonesia untuk menyampaikan kepentingan nasional sekaligus memperkuat komunikasi dan kerja sama internasional.

Sebelumnya, pada sesi pembukaan SMU PBB, Sugiono juga berkesempatan bertemu dengan sejumlah negara sahabat Indonesia, yakni Brunei Darussalam, Kirgistan, Mongolia, Kanada, Kolombia, Uni Eropa, dan Rumania.

Bahas Palestina hingga Perdamaian

Rangkaian agenda diplomasi Indonesia di New York masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Sugiono dijadwalkan mengikuti berbagai pertemuan yang membahas isu strategis dunia, mulai dari perdamaian dan keamanan internasional, Palestina, pembangunan, lingkungan, perlindungan pekerja kemanusiaan, hingga peacebuilding.

Rangkaian pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat peran dan kontribusinya dalam pembahasan berbagai persoalan global di forum PBB.

Dengan agenda diplomasi yang cukup padat, Indonesia berupaya memanfaatkan momentum SMU PBB bukan hanya untuk memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga memperluas kerja sama dan dukungan internasional terhadap kepentingan Indonesia di tingkat multilateral. (Red)