Setu – Warta Pilar

Pemerintah Kabupaten Bekasi terus menunjukkan komitmennya dalam menata dan mengoptimalkan ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Jum’at (11/9/2026), Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir, mendampingi Plt. Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, meninjau langsung kondisi Alun-Alun Eduforest yang berada di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Peninjauan ini juga dirangkaikan dengan kegiatan penanaman pohon manggis sebagai simbol komitmen Pemkab Bekasi terhadap penghijauan dan konsep eduforest yang memadukan fungsi edukasi, ekologi, dan rekreasi.

Plt. Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja dalam keterangannya menyampaikan, Alun-Alun Setu Eduforest memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang publik yang tidak hanya indah secara fisik, tetapi juga memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan edukasi bagi masyarakat.

“Alun-Alun Eduforest ini luar biasa potensinya. Pemkab Bekasi terus mendorong agar kawasan ini dapat ditata dan dikembangkan menjadi ruang publik yang bermanfaat sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Setu dan Kabupaten Bekasi secara keseluruhan,” ujar dr. Asep.

Terkait status pengelolaan, Plt. Bupati mengungkapkan bahwa saat ini Pemkab Bekasi akan mengajukan permohonan resmi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar kewenangan pengelolaan Alun-Alun Eduforest dapat diberikan sepenuhnya kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Untuk optimalisasi penataan, kami akan mengajukan kepada Pemprov Jabar agar pengelolaan alun-alun ini dilimpahkan ke Pemkab Bekasi. Dengan begitu penataannya bisa lebih cepat, lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat Setu, dan pemeliharaannya bisa lebih maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir, yang turut mendampingi peninjauan tersebut menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti arahan Plt. Bupati.

Menurut Nur Chaidir, Disperkimtan sebagai perangkat daerah yang membidangi urusan pertamanan dan penataan kawasan permukiman akan melakukan inventarisasi kebutuhan teknis di lapangan.

“Kami dari Disperkimtan siap mendukung penuh. Hari ini kami mendampingi Bapak Plt. Bupati melihat langsung kondisi eksisting. Ke depan, jika kewenangan pengelolaannya sudah berada di Pemkab, kami akan segera lakukan penataan lanjutan, mulai dari penataan lanskap, penambahan fasilitas publik, penerangan, hingga penataan vegetasi yang mendukung konsep Eduforest,” ujar Nur Chaidir.

Ia menambahkan, konsep Eduforest harus tetap dipertahankan sebagai ciri khas. Tidak hanya menjadi alun-alun biasa, tetapi menjadi hutan edukasi di tengah kawasan permukiman yang bisa menjadi tempat belajar anak-anak, tempat interaksi warga, dan paru-paru hijau.

“Harapan kami, Alun-Alun Setu Eduforest ini benar-benar menjadi kebanggaan warga Setu. Tempat yang bersih, nyaman, aman, dan representatif. Ini juga sejalan dengan tugas kami di Disperkimtan untuk menghadirkan kawasan permukiman yang layak huni dan berkelanjutan,” tambahnya.

Masyarakat Kecamatan Setu pun menyambut baik rencana optimalisasi tersebut. Warga berharap Alun-Alun Eduforest dapat segera dikelola secara penuh oleh Pemkab Bekasi agar pembangunan dan pemeliharaannya lebih terarah.

Dengan adanya peninjauan ini, Pemkab Bekasi berharap Alun-Alun Eduforest Setu dapat segera bertransformasi menjadi ikon baru Kabupaten Bekasi di wilayah timur, sekaligus menjadi contoh pengelolaan ruang terbuka hijau yang produktif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
( Ferry )