BANDAR LAMPUNG, wartapilar.com – Aksi pencurian sepeda motor terjadi di lingkungan SD Negeri 4 Sumberejo, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung. Pelaku memanfaatkan situasi sekolah yang tengah sepi setelah kegiatan belajar mengajar dialihkan secara daring akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Aksi tersebut bahkan terekam kamera pengawas (CCTV) sekolah. Dalam rekaman, dua orang yang diduga pelaku terlihat menjalankan aksinya dengan cepat dan membawa kabur sepeda motor Honda Beat milik salah seorang guru.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (8/9/2026). Berdasarkan rekaman CCTV, kedua pelaku datang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat Street yang tidak dilengkapi pelat nomor.
Keduanya kemudian berhenti di depan gerbang utama sekolah yang saat itu dalam kondisi terbuka. Salah seorang pelaku mengenakan pakaian berwarna hitam turun dari kendaraan dan masuk ke area sekolah menuju lokasi parkir.
Sementara itu, rekannya yang mengenakan jaket menyerupai atribut ojek online tetap berada di luar pagar. Ia diduga bertugas mengawasi situasi sekitar sekaligus bersiap melarikan diri.
Tidak membutuhkan waktu lama, pelaku yang masuk ke area sekolah kemudian membobol sepeda motor Honda Beat tahun 2022 milik seorang guru. Setelah berhasil menguasai kendaraan, pelaku langsung membawa motor tersebut keluar dari lingkungan sekolah.
Aksi tersebut berlangsung kurang dari dua menit.
Penjaga SD Negeri 4 Sumberejo, Tri Susendi, mengatakan kondisi sekolah saat kejadian memang relatif sepi. Para siswa tidak berada di sekolah karena pembelajaran dilakukan secara daring sebagai dampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Di sisi lain, sejumlah guru tengah mengikuti rapat di lantai atas sekolah. Kondisi tersebut membuat area parkir di bagian bawah minim pengawasan.
“Jadi kondisinya lagi sepi banget. Kebetulan guru-guru rapat di atas. Motor di atas juga sudah penuh, jadi motor guru yang dicuri diparkir di sini,” kata Tri, Sabtu (12/9/2026).
Tri mengaku sempat mendengar suara mesin sepeda motor ketika pelaku meninggalkan lokasi. Namun, saat itu dirinya belum menyadari bahwa suara tersebut berkaitan dengan aksi pencurian.
“Saya lihat orangnya, tapi enggak ngeh kalau itu maling. Saya cek dulu motornya, panggil gurunya, baru saya kejar. Tapi sudah enggak ketemu,” tuturnya.
Menurut Tri, kedua pelaku memiliki ciri-ciri yang sempat terlihat dalam rekaman maupun saat berada di sekitar sekolah.
Salah satu pelaku mengenakan jaket ojek online, sedangkan pelaku lainnya memakai pakaian hitam. Pelaku yang masuk ke area sekolah disebut memiliki postur tubuh tinggi dan besar.
“Pelakunya dua orang. Yang satu pakai jaket ojek online, yang satunya pakai baju hitam. Enggak sampai dua menit, motor langsung diambil,” ujarnya.
Polisi Amankan CCTV dan Periksa Saksi
Kasus pencurian tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas juga telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas kedua pelaku.
Unit Reskrim Polsek Kemiling, kata Gigih, telah melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi serta mengamankan rekaman CCTV yang merekam aksi pencurian tersebut.
“Kasusnya masih dalam penyelidikan. Rekaman CCTV dan keterangan saksi sudah kami amankan untuk mengidentifikasi pelaku,” kata Gigih.
Rekaman CCTV tersebut kini menjadi salah satu petunjuk penting bagi kepolisian untuk menelusuri identitas pelaku, termasuk kendaraan yang digunakan saat mendatangi lokasi.
Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan kedua pelaku dengan aksi pencurian kendaraan bermotor lainnya di wilayah Kota Bandar Lampung.
Sementara itu, hilangnya sepeda motor tersebut menambah kekhawatiran terkait keamanan kendaraan di lingkungan sekolah, terutama ketika aktivitas sekolah berkurang dan pengawasan terhadap area parkir tidak maksimal.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Polisi diharapkan dapat segera mengidentifikasi dan menangkap pelaku serta mengungkap keberadaan sepeda motor milik korban. (Redaksi)
