BELITUNG,WARTA PILAR.— TNI Angkatan Laut Lanal Babel menggagalkan penyelundupan pasir timah ilegal skala raksasa di Kepulauan Bangka Belitung. Dalam operasi maraton sejak awal Agustus 2026, petugas menyita total 75,7 ton pasir timah Ilegal bernilai Rp76,04 miliar yang rencananya dikirim ke Malaysia menggunakan kapal cepat.
Panglima Koarmada RI, Laksamana Madya TNI Dr. Dedi Hendrata, memaparkan langsung pengungkapan kasus ini dalam konferensi pers di Posal Mendanau, Pantai Tanjung Pendam, Belitung, Pada Rabu (19/8/2026) Pagi.Deklarasi keberhasilan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, jajaran Kemenkopolkam,Petinggi Mabes TNI AL,Danlanal Bangka Belitung Bareskrim Polri,Dansatlak Tricakti ,Danrem 045 Garuda Jaya,Danlanud hingga perwakilan PT Timah Tbk.

Kronologi Perburuan Barang Bukti
Operasi gabungan Intel Lanal Babel, Posal Manggar, dan Posal Mendanau menyisir sejumlah titik krusial:
2 Agustus 2026: Penggerebekan truk Hino di dermaga PT Prima Budiarta Nusa, Belitung Timur (8 ton).
3 Agustus 2026: Pengembangan ke gudang rahasia di Desa Lenggang, Gantung, Belitung Timur (50 ton).
4 Agustus 2026: Penyisiran di Desa Batu Penyu, Belitung Timur (10 ton/200 karung).
8 Agustus 2026: Penyitaan tambahan di Desa Air Pelempang (5 ton/100 karung).
13 Agustus 2026: Penggerebekan lokasi di Desa Dukong, Tanjung Pandan (2,7 ton/56 karung).
Temuan Senpi dan Narkoba
Pengembangan berlanjut ke wilayah Bangka pada 16 Agustus 2026. Satgasus Timah dan Intel Lanal Babel menemukan satu unit Mazda Turbo Double Cabin (BN 8014 QY) terbalik tanpa pengemudi. Di dalam mobil, petugas menemukan:
1 pucuk senjata api jenis FN beserta 5 butir peluru tajam 9 mm
5 karung pasir timah tambahan
Alat hisap sabu (bong) sisa pakai dan 1 bilah parang.
Gubernur Babel, Hidayat Arsani, memberikan apresiasi tinggi kepada TNI AL atas tindakan tegas ini. “Malaysia dan Singapura kerap jadi tujuan penyelundup. Praktek ini memiskinan rakyat dan merugikan negara,” tegasnya.
Hingga kini seluruh barang bukti diamankan di Posal Mendanau. TNI AL bersama instansi terkait terus melakukan penyelidikan mendalam untuk membongkar sosok cukong utama di balik jaringan penyelundupan ini.(Jphp).
