Karawang – Warta Pilar

Seorang Oknum yang mengaku dari PT Triguna Pratama Abadi Samosir diduga menghubungi Pemimpin Redaksi media online Tinta Informasi untuk meminta penghapusan atau Takedown berita berjudul “Dua Perusahaan Raksasa Bekasi Karawang di Segel KLH PT. ENKEI INDONESIA dan PT TRIGUNA PRATAMA ABADI” yang tayang 27 Mei lalu.

Informasi tersebut disampaikan narasumber kepada awak media. Berdasarkan pengakuan narasumber, pada 9 Juni lalu Samosir menghubungi Pimred Tinta Informasi Dalam komunikasi itu, Samosir meminta bantuan agar berita tersebut diturunkan dari laman media.

“Barang kali saya mau minta tolong berita itu bisa di takedown dengan konsekuensinya seperti apa,” ujar Samosir saat menghubungi Pimred Tinta Informasi, sebagaimana disampaikan narasumber.

Narasumber juga menyebut, permintaan takedown itu disetujui Pimred Tinta Informasi setelah menerima transfer dana dari Samosir dengan kesepakatan bersama.

Selain itu, narasumber menyebutkan besaran dana yang disiapkan pihak PT tersebut untuk penghapusan berita sebesar Rp10 juta. “Sementara uang untuk takedown berita yang disiapkan oleh pihak PT tersebut sebesar 10 juta rupiah, namun apabila pimred negosiasi mungkin bisa lebih dari angka tersebut,” ungkap narasumber.

Hingga berita ini ditayangkan, kami belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak PT Triguna Pratama Abadi maupun Pimred Tinta Informasi.
Upaya konfirmasi ke kedua pihak masih terus dilakukan awak media untuk mendapatkan versi berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik Pasal 3.

Praktik permintaan takedown berita dengan imbalan uang berpotensi melanggar UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 5 ayat 2 tentang hak jawab, serta ketentuan Dewan Pers mengenai independensi media. Dewan Pers menegaskan, media dilarang menerima suap atau imbalan apapun yang memengaruhi independensi pemberitaan.

Saat Dikonfirmasi, Kedua Pihak Bungkam*
Sebagai bentuk itikad baik dan keberimbangan pemberitaan sesuai Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik, awak media telah melakukan konfirmasi kepada Samosir dan Pimred Tinta Informasi melalui WhatsApp.

Namun hingga berita ini ditayangkan, kedua pihak tidak memberikan respon dan memilih bungkam/tidak menjawab pertanyaan konfirmasi dari awak Media. (Red/Pad)