Jakarta, wartapilar.com – Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah El-Sisi dijadwalkan melakukan kunjungan ke Indonesia pada Minggu (11/10/2026), setelah menyelesaikan rangkaian lawatan diplomatik ke Korea Selatan dan Malaysia. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Mesir yang telah ditingkatkan ke tingkat kemitraan strategis pada April 2025.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, El-Sisi dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto pada Senin (12/10/2026). Pertemuan kedua kepala negara diperkirakan menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi dan membahas berbagai agenda kerja sama yang menjadi kepentingan kedua negara.

Sebelum bertolak ke Asia Tenggara, El-Sisi melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan pada 6–9 Oktober 2026. Dalam lawatan tersebut, ia dijadwalkan menggelar pembicaraan dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung serta menghadiri pertemuan meja bundar bersama para CEO dan perwakilan perusahaan besar Korea.

Juru Bicara Kepresidenan Mesir, Duta Besar Mohamed El-Shennawy, menyampaikan bahwa rangkaian kunjungan tersebut mencakup lawatan kenegaraan ke Korea Selatan, kunjungan kenegaraan ke Malaysia, serta kunjungan ke Republik Indonesia.

“Lawatan tersebut akan diawali dengan kunjungan kenegaraan ke Republik Korea. Di sana, Presiden El-Sisi akan menggelar pembicaraan dengan Presiden Korea Lee Jae Myung,” kata El-Shennawy dalam keterangannya yang dikutip Jumat (9/10/2026).

Kemitraan Strategis Jadi Landasan Hubungan Bilateral

Kunjungan El-Sisi ke Indonesia berlangsung setelah kedua negara menyepakati peningkatan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis pada April 2025.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Pernyataan Bersama tentang Kemitraan Strategis oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden El-Sisi di Istana Al Ittihadiya, Kairo, Mesir, pada Sabtu (12/4/2025).

Penandatanganan itu menjadi tonggak penting dalam hubungan diplomatik kedua negara sekaligus menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor prioritas.

Dalam pertemuan empat mata atau tête-à-tête saat itu, Prabowo dan El-Sisi membahas sejumlah persoalan strategis, termasuk dinamika geopolitik di Timur Tengah dan situasi konflik di Gaza.

Selain isu kawasan, kedua pemimpin juga membicarakan penguatan kerja sama ekonomi, pendidikan, pertahanan, dan keamanan.

Pernyataan Bersama Kemitraan Strategis yang ditandatangani kedua kepala negara menjadi dasar untuk mendorong hubungan bilateral yang lebih erat, terarah, dan terstruktur.

“Kedua presiden mengadakan diskusi yang produktif guna memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama yang telah terjalin lama antara kedua negara,” demikian bunyi dokumen pernyataan bersama yang dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden pada Minggu (13/4/2025).

Perkuat Kerja Sama Ekonomi hingga Pertahanan

Indonesia dan Mesir memiliki hubungan historis yang panjang serta kepentingan bersama dalam berbagai forum internasional. Kedua negara juga memiliki hubungan erat dalam kerja sama politik, ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan.

Dalam pernyataan bersama tersebut, kedua pemimpin menegaskan pentingnya hubungan yang dibangun berdasarkan prinsip keadilan, saling menghormati, dan saling percaya.

Keduanya juga menyepakati penguatan kerja sama di sejumlah bidang prioritas, meliputi politik, ekonomi, keamanan, pertahanan, kebudayaan, pendidikan, serta hubungan antarmasyarakat.

Dengan landasan kemitraan strategis itu, pertemuan Prabowo dan El-Sisi pada 12 Oktober mendatang menjadi agenda diplomatik yang penting untuk menindaklanjuti komitmen kedua negara.

Selain mempererat hubungan antarpemimpin, kunjungan tersebut juga membuka ruang bagi pembahasan lebih lanjut mengenai peluang kerja sama konkret yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dan Mesir.

Meski demikian, rincian agenda pertemuan serta kesepakatan baru yang akan dibahas kedua presiden dalam kunjungan kali ini masih perlu menunggu keterangan resmi dari pemerintah. (Red)