KOTA BEKASI,wartapilar.com – Dalam upaya menciptakan generasi yang sehat, mandiri, dan berperan aktif sebagai pelopor hidup sehat di lingkungan sekolah, UPTD Puskesmas Seroja mulai melaksanakan pembentukan dan pelatihan Kader Kesehatan Remaja (KKR) bagi peserta didik tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK di wilayah kerjanya. Program yang dimulai pada Senin, ( 27 /7/ 2026)

ini akan dilaksanakan secara bertahap di 17 sekolah, sebagai bagian dari penguatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sekaligus mendukung pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah.

Kepala UPTD Puskesmas Seroja, dr. Yanuar Aryando, menjelaskan bahwa pembentukan Kader Kesehatan Remaja merupakan salah satu strategi pemberdayaan remaja agar mampu menjadi agen perubahan dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

“Kami ingin membentuk kader-kader remaja yang tidak hanya memiliki pengetahuan tentang kesehatan, tetapi juga mampu menjadi teladan dan penggerak bagi teman-temannya. Dengan pendekatan teman sebaya, pesan-pesan kesehatan akan lebih mudah diterima sehingga diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan produktif,” ujarnya.

Kader Kesehatan Remaja merupakan peserta didik yang dipilih oleh sekolah untuk mendapatkan pelatihan dan pembinaan dari guru pembina bersama tenaga kesehatan Puskesmas. Setelah mengikuti pelatihan, mereka diharapkan mampu menjadi pelopor perilaku hidup bersih dan sehat, pendidik sebaya (peer educator), motivator, sekaligus penghubung antara peserta didik dengan tenaga kesehatan dalam berbagai kegiatan promotif dan preventif.

Keberadaan KKR dinilai semakin penting mengingat remaja umumnya lebih nyaman berbagi cerita mengenai permasalahan kesehatan, gizi, maupun psikososial kepada teman sebayanya. Oleh karena itu, kader diharapkan mampu memberikan edukasi yang benar, mendorong teman-temannya menerapkan perilaku hidup sehat, serta mengarahkan mereka untuk memperoleh pelayanan kesehatan apabila diperlukan.

Pelatihan perdana dilaksanakan di Pondok Pesantren Darut Taubah dengan melibatkan 20 siswa dan siswi jenjang SMP dan SMA sebagai calon Kader Kesehatan Remaja.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai konsep dasar pelayanan kesehatan di Puskesmas serta praktik keterampilan pemeriksaan kesehatan sederhana. Materi yang diberikan meliputi cara mengukur berat badan, tinggi badan, lingkar perut, lingkar lengan atas, menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk mengetahui status gizi, menghitung denyut nadi, menghitung frekuensi napas, menggunakan alat pengukur tekanan darah digital, serta pengenalan pemeriksaan gula darah sederhana sebagai bagian dari edukasi skrining kesehatan.

Selain itu, para peserta juga dibekali berbagai materi kesehatan remaja, di antaranya gizi seimbang, pencegahan anemia melalui konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), kesehatan reproduksi remaja, kesehatan mental, pencegahan penyalahgunaan rokok, alkohol, dan narkoba, pencegahan perundungan (bullying), hingga pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Dalam pelaksanaan tugasnya nanti, Kader Kesehatan Remaja diharapkan mampu menjadi penyuluh teman sebaya, membantu menggerakkan berbagai kegiatan kesehatan di sekolah, mengajak peserta didik menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta mendukung pelaksanaan program-program UKS. Mereka juga diharapkan berperan aktif dalam mengampanyekan konsumsi Tablet Tambah Darah bagi remaja putri sebagai upaya pencegahan anemia dan ikut menjaga terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman.

Lebih lanjut, dr. Yanuar Aryando menjelaskan bahwa KKR juga akan menjadi mitra strategis Puskesmas dalam mendukung pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah. Peran kader bukan sebagai pengganti tenaga kesehatan, melainkan membantu kelancaran kegiatan melalui edukasi kepada teman sebaya, membantu proses skrining kesehatan sederhana sesuai pelatihan yang diberikan dan di bawah pembinaan tenaga kesehatan, serta mendorong pese