CIKARANG PUSAT – Warta Pilar

Upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk menumbuhkan budaya literasi dan kecintaan terhadap sejarah daerah terus digencarkan. Melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Bekasi, kini masyarakat memiliki akses mudah ke literatur sejarah lokal melalui buku “Sejarah Bekasi: Sejak Peradaban Buni Ampe Wayah Gini” karya sejarawan Endra Kusnawan. Buku setebal sekitar 600 halaman itu resmi menjadi koleksi unggulan di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bekasi.

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Disarpus Kabupaten Bekasi, Agung Mulya, mengatakan kehadiran buku tersebut menjadi langkah penting untuk memperkenalkan perjalanan panjang Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Melalui buku karya Endra Kusnawan ini, masyarakat dapat lebih mengenal, memahami, dan mengetahui perjalanan sejarah serta perkembangan Kabupaten Bekasi hingga menjadi daerah yang maju seperti saat ini,” ujar Agung, Jumat (3/7/2026).

Menurut Agung, literatur sejarah lokal memiliki peran strategis dalam dua hal. Pertama, memperkuat identitas dan jati diri masyarakat Bekasi. Kedua, mendorong peningkatan indeks literasi di wilayah Kabupaten Bekasi.
Selain memperkaya koleksi ribuan buku di berbagai bidang, Disarpus juga aktif menjalankan *program perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah* di berbagai kecamatan agar minat baca pelajar terus tumbuh.

“Kami mengapresiasi Bang Endra Kusnawan yang telah menyusun perjalanan panjang sejarah Bekasi secara rinci sehingga kini dapat menjadi referensi bagi masyarakat di Perpustakaan Daerah,” tambahnya.
Agung menekankan, membaca sejarah bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dan mendorong masyarakat untuk menjaga nilai budaya serta warisan leluhur.

ISI BUKU MENCANGKUP 600 HALAMAN SEJARAH LENGKAP

Penulis buku, Endra Kusnawan, menjelaskan bahwa edisi 2026 ini merupakan *edisi ketiga*. Sebelumnya buku yang sama telah terbit pada 2016 dan direvisi pada 2019. Pada edisi terbaru ini, ia menambahkan data dan materi baru sehingga total halamannya mencapai sekitar 600 halaman.

Buku disusun secara kronologis dan komprehensif. Dimulai dari *Peradaban Buni, Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Sunda, masa kolonial, perjuangan kemerdekaan, hingga era pemerintahan modern* di Kabupaten dan Kota Bekasi.
“Banyak masyarakat asli Bekasi yang belum memahami sejarah daerahnya sendiri karena literatur mengenai sejarah Bekasi masih sangat terbatas,” ujar Endra.

Yang menarik, edisi terbaru ini juga memuat *dokumentasi lengkap perjalanan pemerintahan* seluruh kepala daerah Kabupaten Bekasi, mulai dari bupati, wakil bupati, beserta arsip fotonya.

Selain itu, buku ini mengulas sejumlah situs bersejarah di Bekasi seperti Tugu Bambu Runcing di Warung Bongkok, Kecamatan Cikarang Barat, dan sejarah SDN Simpangan 01 Cikarang Utara yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.
“Lewat buku ini diharapkan masyarakat tidak hanya mengenal nama suatu tempat, tetapi juga memahami latar belakang sejarahnya,” kata Endra.

HARAPAN UNTUK GENERASI PENERUS

Dengan hadirnya buku “Sejarah Bekasi” di Perpustakaan Daerah, Disarpus Kabupaten Bekasi berharap terjadi peningkatan literasi sejarah di kalangan masyarakat. Lebih dari itu, buku ini diharapkan menjadi jembatan untuk memperkuat rasa cinta terhadap sejarah dan identitas daerah sebagai bagian dari pembangunan karakter generasi penerus.

Masyarakat kini dapat membaca dan meminjam buku tersebut secara langsung di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bekasi.
( Ferry )